Tren Desain Website pada tahun 2021

Tampilan sebuah produk adalah hal paling pertama yang akan dilihat oleh calon konsumen, apapun produk yang akan kita jual. Jika kita menjual produk makanan, maka tampilan kemasan dari produk harus dapat menarik perhatian calon konsumen. Jika kita menjual produk berupa jasa, maka penampilan pribadi kita haruslah sopan dan menghargai calon konsumen.

Begitu juga ketika kita akan membuat sebuah website sebagai etalase bisnis yang kita miliki di dunia maya. Kita perlu memikirkan konsep dan tampilan yang ada pada website kita, agar calon konsumen dapat dengan mudah tertarik dan mencari tahu tentang bisnis yang kita miliki. Hingga akhirnya calon konsumen setuju untuk membeli atau menggunakan produk dari bisnis kita.

Dalam artikel ini saya akan memberikan beberapa tren dalam membuat sebuah tampilan website yang dapat anda jadikan referensi agar desain website anda tetap up-tode dan nyaman saat diakses oleh para calon pelanggan.

1. Dark Mode

Siapa yang tidak tahu dark mode? Tren desain mode gelap pada aplikasi dan website ini pertama kali muncul pada tahun 2020, namun tingkat penggunaannya diprediksi akan semakin bertambah di tahun 2021 mendatang. Hal ini disebabkan tak lain karena tingginya penggemar tampilan dark mode sampai hari ini.

Tampilan dark mode juga digunakan oleh brand-brand besar seperti iPhone, Hubspot, Adidas, hingga Samsung. Desain dark mode mempunyai banyak manfaat bagi user. Mulai dari memberikan kesan elegan di halaman website, tidak membuat mata pegal saat melihat layar, hingga lebih menghemat konsumsi daya baterai dari gadget pengguna.

2. Menggabungkan Foto dengan Grafik

Desainer web akan berupaya mengkomunikasikan pesan yang dibuat khusus dengan menggabungkan foto dengan ilustrasi dan grafik. Gambar seperti itu akan mendukung branding Anda sehingga situs web Anda terlihat baru. Kita mungkin melihat lebih banyak gambar yang tumpang tindih dijahit bersama dengan foto asli.

Pastikan Anda mencocokkan gaya ilustrasi ini dengan kepribadian merek Anda jika tidak, itu akan membunuh tujuan menggunakan grafik ini di tempat pertama. Gaya ilustrasi akan secara langsung memengaruhi cara orang memandang foto Anda.

Misalnya, jika Anda ingin orang lain melihat Anda sebagai merek yang ceria dan ceria, Anda dapat memberikan gambar ini sentuhan yang lebih kartun. Jika Anda ingin dilihat sebagai seorang profesional, Anda dapat menggunakan ilustrasi geometris dan detail. Contoh dari penerapan desain ini dapat anda lihat di sini.

3. Product Photography

Seiring dengan pertumbuhan e-commerce kekinian yang semakin massif, trend desain web product photography pun menjadi salah satu inspirasi desain web yang wajib untuk digunakan.

Sesuai namanya, product photography adalah gaya desain web yang menggunakan foto-foto utama konten (seperti foto produk dagang) sebagai fokus utama website. Nantinya, diharapkan foto-foto tersebut dapat menjadi media penarik engagement dan interaksi visitor dengan konten website.

Penggunaan product photography diprediksi akan meningkat dan semakin optimal di 2021. Beberapa inovasi dari pengaplikasian product photography misalnya seperti memakai teknologi animasi 3D untuk menampilkan gambar dari beragam sisi, teknologi virtual reality (VR) yang memungkinkan masyarakat mencoba produk secara virtual dan membuat foto yang sesuai dengan ukuran asli produk.

4. Maksimalkan White Space

White space adalah suatu jarak yang memisahkan suatu elemen dengan elemen lain. Dengan menambahkan white space membantu pengguna website memahami isi website. Selain itu, membuat tampilan website kamu menjadi lebih rapi dan minimalis.

Meskipun disebut “white space”, tetapi bukan berarti ruang yang kosong tersebut harus diisi dengan warna putih. White space dapat diisi dengan warna apapun asalkan bebas dari elemen-elemen yang ada pada website seperti teks, gambar, dan sebagainya.

Contoh penggunaan white space yang paling familiar adalah Google. Homepage google penuh dengan spasi sehingga kamu bisa fokus pada kolom pencarian. Beriku ini adalah contoh desain website yang juga menggunakan white space.

5. Mode Scroll Horizontal

Jika biasanya kita men-scroll website secara menurun (vertical), maka bersiaplah karena di tahun 2021 kita akan bertemu dengan trend scroll mendatar atau horizontal. Sesungguhnya ini bukan kali pertama bagi trend horizontal scrolling mengudara di dunia web desain. Dahulu sempat ada banyak website yang didesain secara horizontal namun berakhir dianggap sebagai faux-pas alias “kesalahan” dalam dunia web designing. Sejak saat itu, gaya scroll horizontal sempat vakum dan tidak diminati sama sekali oleh masyarakat.

Akan tetapi tahun 2021 dianggap sebagai momen kelahiran kembali bagi gaya scroll horizontal ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya desainer yang kembali mencoba bereksperimen dengan gaya scroll mendatar. Pun banyak desainer web profesional modern menilai gaya scroll horizontal mempunyai daya kinerja yang lebih praktis, efisien, dan fungsional untuk web yang dibuka melalui gadget seperti smartphone.

6. Kembalinya Font Retro

Seperti yang sudah disebutkan di awal, trend web desain 2021 tak hanya melahirkan inovasi unik tetapi juga memunculkan kembali trend-trend lama. Trend lama yang diyakini akan terlahir kembali untuk desain web adalah font retro.

Elemen font memang tidak akan pernah lepas dari dunia desain website. Font adalah nama lain dari bentuk tipografi tulisan. Font adalah elemen penting dalam website karena tanpa adanya font, tulisan konten dan judul web kita akan menjadi tidak karuan bentuknya.

Setiap hari, beraneka jenis font tulisan diciptakan dirilis ke masyarakat. Saat ini pun kita sudah punya jutaan jenis font yang bisa digunakan untuk mendesain web. Hanya saja, font retro mulai digunakan kembali oleh banyak desainer belakangan ini, sekaligus menjadi landasan prediksi kelahiran kembali mode font retro pada dunia web desain 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Layanan Kami

Pembuatan Aplikasi Mobile

Pembuatan Aplikasi Web

Pembuatan Website