Saya Pengen Jadi Copy Writer : menjadi penulis teks iklan ala Budiman Hakim [book review]

Saya Pengen Jadi Copy Writer : menjadi penulis teks iklan ala Budiman Hakim [book review]

Meski kemunculan iklan sudah sejak lama, tetapi kemajuan dunia periklanan sebagai suatu industri bisa dikatakan masih baru. Dan dalam dunia periklanan, istilah copy writer (penulis teks dalam iklan) sudah tak asing lagi didengar. Tetapi masih banyak orang belum akrab dengan profesi ini. Sesuai judulnya, “Saya Pengen Jadi Copy Writer” dapat menjadi panduan menarik untuk yang ingin memulai atau sudah bergelut dalam bidang ini namun kerap menemukan kesulitan terkait ide maupun eksekusi.

Buku karya Budiman Hakim (2015) ini membahas dunia tulis-menulis dalam konteks iklan. Budiman sendiri adalah orang yang telah lama berkecimpung di dunia periklanan.

Membuat sebuah iklan pastilah berhubungan dengan kreativitas. Kalau kita ditawari sebuah produk tetapi cara beriklannya tidak menarik, siapa yang akan tertarik? Cara utama untuk mengasah kemampuan itu adalah berlatih menulis, menulis, dan terus menulis. Di buku ini ada tips dari hal-hal sederhanya tapi apabila dicermati dapat dijadikan sumber ide. Salah satunya adalah perhatikan kejadian dalam hidup sehari-hari.

Pernah melihat truk yang di bagian belakangnya terdapat banyak tulisan-tulisan unik menggelitik? Menurut Budiman, kita juga bisa belajar dari supir truk dalam mengolah kata-kata. “Lupa namanya, ingat rasanya”, “Pergi karena tugas, pulang karena beras”, dan “Senyummu merobak dompetku” adalah beberapa contohnya. Terbukti ‘kan kalau kreatifitas bisa muncul dari mana saja.

Ide lainnya juga bisa datang dari jokes, teka-teki, maupun plesetan. Ada tipe iklan yang tidak ada kata-katanya tetapi justru maknanya bisa ‘ngena banget. Tetapi ada juga iklan yang sepenuhnya bergantung pada kekuatan tulisan tanpa adanya tambahan visual lainnya. Intinya adalah: bermain dengan kreatifitas dengan membuat suatu konsep yang tak akan terpikirkan oleh orang lain.

Contoh iklan yang menggunakan ide teka-teki untuk headline, body copy, dan visualnya
Contoh iklan yang kekuatannya pada body copy

Bagaimana caranya membuat kalimat yang unik? Pertama, tentukan dulu apa yang ingin dikatakan. Setelah ketemu, anggap itu sebagai headline. Kedua, rombak headline pertama dengan formasi kalimat yang berbeda. Ulangi proses nomer dua ini hingga mendapatkan headline kedua, tiga dan empat. Semakin “gila” akan semakin menarik karena tidak terpikir oleh klien. Kata Budiman, jangan malas untuk mengulik headline. Dari headline itu kemudian diturunkan ke subhead, dan body copy. Dengan rajin berlatih dan jam terbang yang mumpuni, maka iklan yang menarik pun dapat Anda ciptakan. Contohnya seperti ini:

Contoh iklan dengan headline yang telah dikulik hingga 5x

PT Nemolab Nusa Infomedia

Jl. Raya Baturaden, Pabuwaran, Pabuaran, Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53124

Telp/WA : 0811 2607 090

Pembayaran

© PT Nemolab Nusa Infomedia 2019. Developed by nemolab.id

×
×

Cart