Penyebab Kegagalan Bisnis bagi Pemula

Dalam menjalankan bisnis pasti ada keuntungan dan kerugian, juga ada kesuksesan dan kegagalan. Kegagalan dalam bisnis adalah salah satu hal yang paling ditakuti oleh semua pelaku bisnis. Tidak ada pengusaha atau pelaku bisnis yang menginginkan sebuah kegagalan dalam menjalankan sebuah bisnis. Tapi tahukah Anda, tanpa disadari kegagalan dapat terjadi karena beberapa penyebab. Apa saja yang dapat menjadi penyebab kegagalan bisnis? Temukan jawabannya di bawah ini.

1. Tidak Paham dengan Bisnis yang Dijalankan

Alangkah lebih baik bila bisnis yang dijalankan sesuai dengan minat dan bakat yang Anda inginkan serta ilmu yang Anda mumpuni. Sebelum terjun berbisnis, lakukan analisis pasar dan analisis pesaing bisnis anda. Anda bisa menggunakan metode analisis SWOT. Pada analisis ini, anda akan mengetahui kelebihan, kekurangan, peluang dan kekuatan dari bisnis yang akan anda jalankan.

Paham terhadap sebuah bisnis sangat diperluka karena bisnis bukan sekedar memproduksi barang dan jasa saja. Tetapi harus tahu tentang apa yang dibutuhkan masyarakat, target marketing, serta juga pemasarannya.

Misalnya saja, Anda seseorang yang memiliki bakat minat dan ilmu mumpuni dalam hal musik. Selain bisa memulai jas les vocal atau alat music, boleh jadi Anda akan memulai bisnis dengan menjual belikan alat-alat music tersebut.

Sangat disayangkan, bila Anda terpaksa membuka bisnis kuliner walaupun makanan memang menjadi kebutuhan utama setiap orang. Tetapi bila tak ada ilmu mumpuni serta ketertarikan dalam hal tersebut, maka lambat laun bisnis tersebut bisa gagal untuk dijalankan.

2. Tidak Fokus pada Bisnis yang Dijalankan

Fokus, tekun, dan konsisten merupakan modal penting yang harus dimiliki ketika membuka sebuah bisnis. Dengan bisa fokus terhadap bisnis yang dijalankan, berarti Anda harus memikirkan segala sesuatunya agar bisnis tersebut sukses. Fokus dalam bisnis pun bisa secara mudah mengevaluasi dan melihat kekurangan yang ada pada usaha yang dijalankan.

Bila Anda tidak fokus dalam menjalankan bisnis dikarenakan berbagai faktor yang ada, seperti tergoda bisnis lain yang keuntungannya lebih menggiurkan, atau lebih mementingkan urusan lain sehingga bisnis pun terbengkalai.

Agar bisa fokus dalam berbisnis yang perlu dilakukan adalah jalankan bisnis sesuai bakat, minat, dan ilmu yang Anda miliki seperti yang dicantumkan pada poin nomor 1. Karena dengan ketertarikan tersebut dapat membuat Anda fokus dan membawa bisnis tersebut pada sebuah kesuksesan.

3. Perencanaan yang Kurang Matang

Dalam menjalankan bisnis, perencanaan adalah hal penting yang harus dilakukan pertama kali. Rencana bisnis tidak perlu sempurna, namun harus tepat dan dipikirkan secara matang.

Dengan melakukan perencanaan, Anda dapat menentukan bagaimana bisnis Anda mencapai tujuannya. Perencanaan juga dapat dipakai sebagai alat pengendalian kegiatan operasional perusahaan. Dengan adanya sebuah rencana, Anda juga dapat memilih dan menetapkan apa saja kegiatan yang diperlukan dan tidak diperlukan, serta melakukan seluruh kegiatan secara teratur sesuai dengan tahap-tahap yang telah ditentukan.

Jika perencanaan bisnis tidak dipikirkan dengan matang, hal ini akan berdampak langsung pada kegiatan operasional bisnis yang mengakibatkan kegagalan bisnis. Intinya, bila ingin usaha bertahan jangan memulai usaha sebelum Anda melakukan survei pasar.

4. Tidak melakukan riset pasar

Ibarat kita akan berperang, kita harus mencari tahu tentang kondisi medan agar kita dapat mempersiapkan segala sesuatunya untuk dapat meraih kemenangan. Begitu pula ketika menjalankan sebuah bisnis.

Mencari tahu kondisi pasar atau melakukan riset pasar adalah salah satu persiapan yang wajib dilakukan oleh pengusaha. Dengan melakukan riset pasar kita akan tahu tentang bagaimana keberterimaan produk di pasaran atau bagaimana respon masyarakat tentang produk anda.

Anda tidak mau kan menjual produk gagal? Oleh karena itu, lakukan lah riset pasar. Riset pasar bisa dilakukan dengan memantau perkembangan masyarakat melalui berita di media-media atau meminta ahli riset pasar untuk melakukannya.

5. Kurangnya pengalaman manajemen

Banyak wirausaha yang tidak sepenuhnya memahami sulitnya mengoperasikan sebuah usaha. Ada beberapa wirausaha yang akan menjalani bisnis, tapi tidak mengetahui cara mengelolanya.

Ketika ada masalah muncul, mereka tidak mampu mengatasinya. Misalnya, wirausaha dengan latar belakang Pendidikan Teknik memiliki kemampuan dalam mendesain produk, tetapi kurang memahami akuntansi, keuangan, pemasaran, dan penjualan. Apabila hal ini dibiarkan maka dapat menyebabkan kegagalan bisnis.

Kita bisa belajar membuat arsip dan catatan yang baik setiap transaksi yang terjadi. Tak ada salahnya juga bila Anda membuat catatan rinci seputar tahapan apa saja yang sudah dilakukan. Dengan pencatatan yang baik, kita bisa mengevaluasi, apakah bisnis yang sudah berjalan semakin dekat dengan keuntungan berlipat atau justru ancaman jurang kebangkrutan.

6. Kurang Melek Terhadap Perkembangan Teknologi

Teknologi saat ini juga sangat menunjang kesuksesan dalam berbisnis. Karena dengan bantuan teknologi ini, Anda bisa memasarkannya hingga ke penjuru dunia atau daerah yang belum terjamah sebelumnya.

Tidak hanya menyangkut pemasaran, menambah jaringan, mendata konsumen serta merapikan system administrasi keuangan pun bisa dilakukan menggunakan teknologi ini. Dari teknologi yang menunjang tersebut bisa Anda pelajari dan pastinya rasakan perubahan yang berarti untuk bisnis Anda.

Anda boleh saja tidak menggunakan teknologi tersebut, tetapi harus bersiap untuk tertinggal dari berbagai aspek. Karena persaingan berbisnis saat ini bukan lagi di tingkat daerah, kota, atau provinsi, melainkan sudah mencakup antar negara.

7. Bekerjasama dengan Klien yang Tidak Tepat

Untuk Anda yang baru menjalankan bisnis, berkolaborasi dengan pihak-pihak tertentu demi kemajuan bisnis memang sangat baik. Tetapi, harus diingat pula jangan pernah tergiur dengan penawaran dari klien yang tidak masuk akal walaupun keuntungan yang ditawarkan begitu menggiurkan.

Hal tersebut perlu diwaspdai, mengingat banyak para pebisnis terutama pebisnis pemula yang tertipu atau dirugikan oleh pihak tersebut. Maka dari itu, ketika ada seseorang yang menawarkan kerjasama dengan Anda perlu dilakukan kewaspadaan dengan cara, memeriksa terlebih dahulu sepak terjang orang atau perusahaan tersebut.

Sepak terjang yang dimaksud adalah mencari tahu tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan perusahaan atau orang tersebut. Bisa dari prestasi, produksi yang dihasilkan, track record kerja sama dengan pihak lain, dan lain sebagainya.

Selain mencari tahu track record sebelumnya, yang perlu anda lakukan berikutnya adalah jangan mudah percaya dengan janji-janji manis atau keuntungan-keuntungan yang ditawarkan. Ingat kerjasama yang harus dilakukan adalah kerjasama yang masuk akal dengan perkembangan bisnis atau perusahaan yang Anda rintis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Layanan Kami

Pembuatan Aplikasi Mobile

Pembuatan Aplikasi Web

Pembuatan Website