Meneropong Perjalanan Startup di Indonesia Tahun 2019

Meneropong Perjalanan Startup di Indonesia Tahun 2019

Dinamika startup selama beberapa tahun terakhir sangat menarik untuk diikuti. Beberapa diantaranya telah menjadi unicorn kebanggaan Indonesia. Tetapi tak sedikit pula yang gagal. Berkaca dari hal tersebut, banyak tantangan dan peluang diprediksi akan muncul di tahun 2019. Dilansir dari laman Techinasia, mari kita simak seperti apa kondisi startup selama setahun ke depan.

P2P lending akan makin ketat diawasi OJK

Startup berbasis financial technology semakin diminati oleh masyarakat. Tetapi tahun 2018 menjadi catatan buruk untuk dunia fintech terutama ranah P2P lending. Terdapat ratusan P2P lending yang tak memiliki izin dari OJK. Mengingat semakin meningkatnya transaksi melalui fintech, tentu hal ini dianggap sebagai potensi yang merugikan masyarakat.

Sebagai bentuk konsolidasi antar pemilik usaha fintech, maka terbentuklah Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Salah satu tujuannya adalah untuk menyuarakan beberapa hal seperti: batasan maksimal penerapan bunga per hari, pembahasan pokok dan regulasi OJK, edukasi masyarakat terkait fintech lending, dll.

Berkembangnya sistem pembayaran digital

Siapa yang belum pernah mencicipi diskon khusus dari platform digital payment seperti Go-Pay, Tcash, atau Ovo? Berbagai promo menarik yang dipublikasikan secara gencar terbukti membuahkan hasil positif. Tahun 2018, sektor retail offline tumbul secara signifikan berkat sokongan sistem pembayaran digital.

Memang harus diakui apabila masyarakat Indonesia secara umum masih bergantung dengan sistem pembayaran tunai. Namun berkat kenyamanan, efisiensi, dan lebih praktis, wajar apabila sistem ini telah diadopsi di banyak kota besar di Indonesia.

Ke depannya, standardisasi kode QR gabungan milik Gerbang Pembayaran Nasional diwacanakan akan merambah sektor e-money. Menarik untuk mencermati bagaimana dampak inklusi aktivitas transaksi sektor-sektor di Indonesia dengan segala kemudahan dari produk keuangan ini di tahun 2019.

Sedikit Cerita lainnya