Memajukan Desa Wisata dengan Program Inovasi Desa

Memajukan Desa Wisata dengan Program Inovasi Desa

(12/12) Tak diragukan lagi bahwa desa memiliki segudang potensi yang perlu dikembangkan. Salah satunya adalah wisata. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menginisiasi adanya Workshop Replikasi Program Inovasi Desa. Tujuannya untuk mengedukasi warga agar mampu mengelola desanya sebagai desa wisata. Bertempat di Omah Jati, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, 75 warga turut hadir sebagai peserta. Hadir sebagai pembicara: Haryanto (Direktur TDK) yang akan mengupas tentang manajemen, Uung Feri (CEO TDK) membahas branding, dan Pri Anthon (CEO Nemolab) pemateri pemasaran. Menurut Haryanto, pengelolaan desa wisata dapat dilakukan melalui tiga tahap. Pertama, identifikasi desa. Apakah akan menonjolkan pemandangan alam nan menakjubkan, budaya yang eksotis, atau kuliner yang lezat. "Ini penting untuk menentukan arah desa wisata ke depannya". Langkah kedua adalah studi banding ke desa yang memiliki fokus sama. Harapannya ada ide maupun masukan yang nantinya dapat dipertimbangkan untuk diterapkan di desa sendiri. Terakhir, atur regulasi. Jangan sampai apabila desa wisata sudah berjalan lalu di kemudian hari terjadi sengketa dengan masyarakatnya. Pembicara kedua, Uung Feri, bicara tentang bagaimana suatu brand (produk atau desa) memiliki branding (proses membangun brand) yang baik. Untuk itu, tentukan visinya terlebih dahulu. "Kalau mau menonjolkan alam, contoh menarik adalah 'pariwisata yang keren tidak akan merusak alam' ", ucapnya yang disambut anggukan setuju warga. Setelah itu, kita perlu merancang komunikasi ke khalayak sebelum akhirnya dievaluasi apakah pondasi yang ditentukan sesuai dengan realitanya. Materi berikutnya adalah bagaimana cara memasarkan desa. Salah satu teknik yang penting untuk diterapkan menurut Pri Anthon adalah USPs (unique selling propositions). Apa yang menjadi perbedaan desa kita dengan desa lain, itulah yang kita jual. PT Nemolab Nusa Infomedia sebagai startup IT di Purwokerto yang memiliki perhatian khusus dengan kemajuan desa, berharap agar semakin banyak desa yang teredukasi. Sehingga potensi yang ada di desa dapat dikembangkan untuk kemajuan dan kesejahteraan desa.

Sedikit Cerita lainnya