Juguran Desa 2019 : Membangun Desa dengan BUMDes, Literasi dan Kiat Berbisnis di Wedangan Asyik

Juguran Desa 2019 : Membangun Desa dengan BUMDes, Literasi dan Kiat Berbisnis di Wedangan Asyik

Memaksimalkan potensi desa dari berbagai aspek dan pentingnya literasi membaca, menulis, dan digital menjadi sebuah keharusan dalam membangun desa. Juguran Desa 2019 hadir sebagai wadah bagi para pegiat desa untuk berdiskusi dan berbagi ilmu. Acara yang digagas oleh PT. Nemolab Nusa Infomedia ini berlangsung pada hari Senin (18/2/19). Berlokasi di Wedangan Asyik, acara ini dihadiri sekitar 25 peserta dari perwakilan berbagai desa di Banyumas.

Tidak hanya seputar desa, sharing bagaimana kiat sukses berbisnis juga dihadirkan dari tiga pengusaha sukses Banyumas . Dengan mendatangkan lima pembicara, diskusi berjalan dengan santai namun banyak memberikan pengetahuan dan ilmu bagi peserta dan juga pembicara. Kegiatan ini juga merupakan kelanjutan dari kunjungan PT. Nemolab Nusa Infomedia beberapa waktu lalu ke Desa Ponggok (klik untuk melihat artikelnya).

Joko Winarno (Direktur BUMDes Tirta Mandiri, Desa Ponggok) dan Atta Verin (Founder Revolt ID) hadir sebagai narasumber untuk membahas potensi desa dan literasi. Tiga pembicara lainnya yaitu Uung (TDK Indonesia), Puji (Kaos Ngapak), dan Yanuar (Kangkung Bakar) hadir sebagai narasumber dari pebisnis Banyumas. Sekitar pukul 11.30 Juguran Desa 2019 dimulai dengan sesi sharing  seputar bisnis.

Kiat Sukses Berbisnis

Sebagai pembuka, ketiga pengusaha sukses ini mengawali dengan cerita bagaimana awal mula usaha mereka berdiri. Kemudian diskusi berlanjut membahas bagaimana cara membangun sebuah bisnis, bagaimana cara memasarkan produk secara efektif dan bagaimana membangun branding sebuah produk.

Diskusi bersama pebisnis Banyumas : Kaos Ngapak (Puji), Kangkung Bakar, (Yanuar) TDK Indonesia (Uung)

Ketiga pembicara sepakat bahwa dalam membangun sebuah bisnis, sangat penting untuk memperkuat internal terlebih dahulu. “Perkuat dulu internalnya, nanti penjualan akan mengikuti. Kalo internalnya baik, penjualannya juga bisa ikut baik” ujar Puji, Founder Kaos Ngapak. Selanjutnya pemanfaatan sosial media juga menjadi faktor penting dalam memasarkan sebuah produk. Karena sudah menjadi rahasia umum banyak hal yang menguntungkan di era digital saat ini. Lewat media sosial, pangsa pasar bisa dengan mudah didapatkan, tentu dengan didukung strategi yang ciamik. Tidak lupa sesi pertanyaan juga menjadi bagian yang menarik dari diskusi yang berlangsung selama dua jam tersebut.

Memaksimalkan Potensi Desa dengan BUMDes dan Literasi

Sesi diskusi bersama Direktur BUMDes Tirta Mandiri (Joko Winarno) dan Founder Revolt ID (Atta Verin)

Masuk pada sesi berikutnya yang dibawakan oleh Joko Winarno. Beliau menceritakan bagaimana Desa Ponggok bisa memanfaatkan kekayaaan mata airnya menjadi tempat wisata yang berhasil memberikan pemasukan hingga milyaran per tahun. Tidak hanya itu, Desa Ponggok juga menjadi desa percontohan baik dalam hal inovasi maupun pengelolaan BUMDes. Tentu hal tersebut tidak lepas dari peran BUMDes Tirta Mandiri yang dibentuk pada tahun 2009. Bukan barang mudah, dibutuhkan kerjasama dan pemberdayaan dari semua pihak. “Tahun 2009 BUMDes dibentuk dan bangkit pada tahun 2013 dengan membentuk toko desa yang produknya berasal dari desa”.

Pada kesempatan yang sama, Atta Verin sebagai Founder dari Revolt ID menyampaikan pentingnya literasi digital. Karena kemajuan sebuah desa perlu diselaraskan dengan kemajuan literasinya. Anak -anak menjadi salah satu target utama beliau bersama komunitasnya untuk menyebarkan literasi membaca dan menulis melalui kegiatan yang sederhana namun konsisten.

“Setiap hari Selasa, kami menerapkan English day di Desa Ponggok. Hasilnya, kini anak – anak disana sudah mulai bisa berkomunikasi berbahasa inggris meskipun masih berlatih. Mereka juga kami minta untuk membuat surat dan menuliskan apa yang mereka inginkan, kemudian kami berikan pada Pak Kades. Lalu dipilihlah 10 surat terbaik dan diundang untuk makan gratis di kantor Kepala Desa. Itu sudah membuat mereka sangat senang.”

Atta Verin bersama komunitasnya tidak hanya menyebar virus literasi berupa membaca, menulis, dan mengeruk informasi dari digital. Dengan kekuatan literasi digital, ia berupaya melakukan transformasi kearah yang lebih literat. Tujuannya agar taraf hidup masyarakat desa menjadi semakin melek akan teknologi dan menjadi agen perubahan. Masuklah pada sesi pertanyaan. Peserta Juguran Desa 2019 bertanya perihal bagaimana cara memaksimalkan BUMDes dan literasi di desa mereka. Sesi pertanyaan ini berjalan hingga pukul tiga sore.

Sebagai penutup, terdapat pesan dari dua pegiat Desa Ponggok tersebut. Atta Verin, memberikan pesan supaya adakan kegiatan kreatif meskipun sederhana asalkan secara rutin. Yang terpenting, berilah ruang disaat kemampuan literasi digital dikembangkan di desa. Sedangkan Joko Winarno berpesan, hal yang paling utama adalah pahami dulu potensi apa yang dimiliki desa. Baru kemudian bersama sama mengembangkan dengan masyarakat supaya upaya membangun desa bisa terealisasi “yang perlu diingat, jangan sampai BUMDes mematikan usaha di desa itu sendiri.” tutupnya.

Acara Juguran Desa 2019 ini ditutup dengan sesi foto bersama. Rencananya diskusi Juguran Desa 2019 akan diadakan secara rutin setiap dua bulan sekali. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang sudah mendukung kelancaran acara ini : TDK Indonesia, Kaos Ngapak, Kangkung Bakar, Banyumas Berdaya, dan Creativehub. Diharapkan Juguran Desa 2019 menjadi awal para pegiat desa untuk saling berdiskusi demi memajukan desa mereka secara bersama – sama.

PT Nemolab Nusa Infomedia

Jl. Raya Baturaden, Pabuwaran, Pabuaran, Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53124

Telp/WA : 0811 2607 090

Pembayaran

© PT Nemolab Nusa Infomedia 2019. Developed by nemolab.id

×
×

Cart