Jualan di Marketplace, Mana Cukup?

Marketplace adalah sebuah website atau aplikasi yang menghubungkan seorang penjual dengan pembeli melalui internet. Di Indonesia sendiri, marketplace menjadi beberapa start-up paling sukses di Indonesia, bahkan beberapa diantaranya sudah mencapai status unicorn seperti Tokopedia dan Bukalapak.

Marketplace sebenarnya memiliki konsep yang mirip dengan pasar tradisional. Pada dasarnya, marketplace menyediakan tempat bagi mereka yang ingin berjualan, kemudian pihak marketplace akan memunculkan barang jualan tersebut ketika ada calon pembeli yang melakukan pencarian. Jika si calon pembeli merasa cocok untuk membeli barangnya, mereka bisa melakukan pembayaran melalui marketplace itu sendiri.

Marketplace menjadi semakin sering digunakan oleh masyarakat selama masa pandemi covid-19 guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hampir setiap produk yang dibutuhkan masyarakat tersedia di marketplace, cara pembayaran yang disediakan oleh pihak marketplace juga sangat beragam, dan mekanisme transaksi juga dirancang sedemikian rupa hingga dapat membuat calon pembeli nyaman dan aman dalam melakukan setiap transaksi.

Peluang emas yang ada di marketplace membuat para pelaku usaha berbondong-bondong untuk menitipkan produk maupun jasa yang dimilikinya agar dapat dijual di platform marketplace tersebut. Namun hal ini tidaklah cukup untuk menjalankan bisnis yang anda miliki agar tetap bertahan dan terus berkembang dimasa yang akan datang.

Berikut adalah tips yang dapat anda lakukan untuk memanfaatkan marketplace dalam menjalankan sebuah bisnis:

1. Marketplace adalah tempat sementara

Jika bisnis yang anda kelola berumur kurang dari tiga tahun maka marketplace adalah tempat yang cocok untuk menjual produk ataupun jasa yang anda miliki. Karena perlu diakui bahwa target pasar didalam marketplace sangat efektif untuk mengenalkan produk yang kita miliki agar diketahui oleh calon konsumen potensial.

Tapi seiring berkembangnya waktu, maka anda perlu mencari tempat lain untuk memperkuat pondasi bisnis tersebut. Jangan hanya mengandalkan transaksi yang berasal dari marketplace. Jika bisnis yang anda kelola sudah berjalan lebih dari 10 tahun,maka anda perlu mencari cara untuk mengembangkan bisnis anda agar tetap bertahan. Salah satu cara yang dapat anda lakukan adalah membuat sebuah website bisnis anda sendiri.

Hal ini harus disadari dan diketahui oleh para pelaku usaha bahwa marketplace adalah sebuah tempat sementara untuk membantu dalam mengembangkan dan menjalankan bisnis tersebut. Banyak pelaku usaha yang tidak menyadari hal ini hingga marketplace menjadi satu-satunya pusat transaksi agar bisnis tersebut tetap dapat berjalan.

2. Ketergantungan pada Marketplace

Saat bisnis yang anda kelola sudah semakin besar dan semakin berkembang maka hal selanjutnya yang harus anda lakukan adalah mulai mengurangi ketergantungan pada marketplace.

Ketergantungan tersebut dapat menjadi mala petaka saat terjadi kejadian teknis diluar kemampuan kita, seperti terjadi sistem yang error didalam website ataupun aplikasi marketplace tersebut. Hal ini tentu akan sangat berdampak langsung pada bisnis yang anda kelola karena dapat menurunnya pendapatan.

Cara yang dapat anda lakukan untuk mengurangi ketergantungan tersebut adalah dengan membuat website bisnis anda sendiri. Dengan memiliki sebuah website bisnis sendiri anda memiliki kontrol penuh dalam mengontrol, mengelola dan memaksimalkan potensi dari setiap produk yang anda jual tanpa bergantung pada pihak marketplace.

3. Perang Harga di Marketplace

Jika anda terus-menerus hanya mengandalkan penjualan di marketplace maka anda harus siap untuk berperang dengan ribuan pelaku bisnis yang menjual produk sejenis dengan produk yang anda jual di marketplace. Maka perang harga adalah hal yang wajar dan tidak bisa dihindarkan selama anda berjualan di marketplace.

Ada dua cara yang dapat anda lakukan untuk menghadapi perang harga ini, pertama mengambil keuntungan yang minimal agar harga jual produk menjadi lebih murah atau yang kedua dengan membayar sejumlah uang untuk dapat berlangganan promosi kepihak marketplace yang membuat produk anda muncul pertama kali jika ada calon pembeli yang mencari sebuah produk.

Namun hal berbeda jika anda memiliki website bisnis anda sendiri, anda tidak perlu khawatir dengan perang harga karena hal tersebut tidak akan pernah terjadi. Dengan memiliki website bisnis sendiri, calon pembeli hanya akan melihat produk yang anda jual tanpa melihat produk sejenis yang di jual pelaku bisnis lain. Anda dapat menjual produk sesuai dengan harga yang anda inginkan tanpa perlu khawatir dengan harga jual yang dipatok oleh pelaku bisnis lain.

Jika ada produk yang tersisa namun harus segera dijual, maka anda bisa menjualnya dengan harga murah di marketplace atau anda dapat mengadakan program diskon khusus kepada calon pelanggan dengan syarat melakukan transaksi lewat website bisnis anda, dengan ini ketergantungan transaksi anda di marketplace perlahan akan semakin berkurang dan website bisnis yang anda miliki akan semakin dikenal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Layanan Kami

Pembuatan Aplikasi Mobile

Pembuatan Aplikasi Web

Pembuatan Website