Hati-hati dengan Jejak Digital Anda

Hati-hati dengan Jejak Digital Anda

Masih ingat hoax surat suara tercoblos baru-baru ini? Kabar baiknya adalah, pelaku telah tertangkap. Tetapi ada hal yang bisa dicermati dari kasus ini. Semua yang kita lakukan di dunia maya ternyata dapat dilacak. Karena itu jangan merasa aman meski unggahan sudah dihapus. Jerat hukum

Jejak digital akan semakin sulit hilang apabila konten yang diunggah telah viral. Memang setiap media sosial memiliki fitur untuk menghapus unggahan. Namun setiap konten yang telah beredar, bisa saja ada orang yang menyimpannya. Semakin diperparah apabila bukti ini kembali diunggah di kanal media sosial lain. Tentu penyebarannya akan semakin tak terkontrol lagi.

Terlebih lagi kini polisi telah memiliki perangkat dan sistem canggih untuk melacak asal penyebaran hoax. Sehingga tak ada lagi gunanya menghapus unggahan, menutup akun, atau bahkan bersembunyi dari keramaian.

Seperti yang dilansir dalam kompas.com, ada jerat hukum yang menanti para penyebar hoax. Tak tanggung-tanggung, yaitu 6 tahun hukuman penjara. Sesuai dengan aturan yang tercantum di Pasal 45 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE).

Maka, kita harus selalu berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Termasuk juga ketika membagikan konten yang belum tahu kebenarannya. Jangan sampai kita menjadi korban hoax, atau lebih parahnya lagi, penyebar hoax!

Sedikit Cerita lainnya