Green Hosting untuk Bumi yang Lebih Hijau

Green Hosting untuk Bumi yang Lebih Hijau

Menurut data dari VPNmentor, lebih dari 3 milyar orang di seluruh dunia telah terkoneksi internet. Jumlah website yang ada pun telah menembus angka 1 milyar. Bisa dibayangkan kan gimana sibuk dan padatnya arus koneksi internet setiap harinya. Nah seperti yang sudah Nemo singgung di artikel sebelumnya, salah satu komponen penting yang ada pada website adalah hosting. Semakin banyak akses internet, pasti hosting akan memerlukan banyak energi untuk memastikan kerjanya tetap maksimal. Sekarang Nemo bakal ajak kamu untuk tahu teknologi web hosting server yang ramah lingkungan: green hosting!

Sebelum membahas lebih jauh, web hosting server dari website yang sering kamu akses itu ternyata menyumbang polutan CO2 yang tidak sedikit. Ini karena web hosting server itu mengonsumsi banyak energi yang akibatnya akan menghasilkan gas buang. Energi itu banyak bentuknya: listrik yang digunakan untuk menyuplai server, menjaga ruangan tetap dingin, dan masih banyak lainnya.

Karena itulah muncul teknologi green hosting yang lebih ramah lingkungan. Menurut Earth Times, Green Web Hosting adalah tempat penyimpanan data-data website yang operasionalnya hanya disokong dari listrik dari energi terbarukan. Termasuk juga melakukan usaha untuk mengurangi pemakaian energi. Kalau semua server punya prinsip untuk menjaga lingkungan, wah ‘ngga terhitung deh berapa banyak karbon dioksida yang bisa ditangani.

Sayangnya meski inovasi ini sangat luar biasa, belum banyak web hosting server yang betul-betul berkomitmen untuk menjadi “lebih hijau”. Beberapa contohnya adalah: A2 Hosting, Acorn Host, Dream Host, Eco Hosting, Host Papa, dan Green Geeks. Bentuk “hijau” mereka bermacam-macam. Acorn Host memilih untuk menggunakan listrik rendah voltase, daur ulang komponen perangkat keras, dan secara aktif berkontribusi pada penanaman hutan kembali. Selama 10 tahun A2 Hosting beroperasi, mereka telah menetralisir 2,3 juta pound gas rumah kaca yang setara dengan menanam 27.000 bibit pohon dan membiarkannya hidup sampai 10 tahun.

Kapan ya kira-kira tren ini juga masuk ke Indonesia?

PT Nemolab Nusa Infomedia

Jl. Raya Baturaden, Pabuwaran, Pabuaran, Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53124

Telp/WA : 0811 2607 090

Pembayaran

© PT Nemolab Nusa Infomedia 2019. Developed by nemolab.id

×
×

Cart