Framework Buat Ngoding Javascript Makin Asyik

Javascript

Javascript pertama kali dikembangkan pada september 1995 oleh perusahaan bernama NetScape. Pada saat awalnya, javascript hanya bisa dipakai oleh programmer internal dari perusahaan  NetScape saja, tidak seperti sekarang yang bisa digunakan oleh semua kalangan programmer. Perancangan awal javascript digunakan untuk berjalan diatas browser, namun pada perkembangannya di era sekarang javascript juga digunakan untuk server, game bahkan Iot.

Diawali pada tahun 1995 oleh para kalangan internet netscape kini javascript sudah sangat populer dikalangan programer website, tercatat pada tahun 2016 sekitar 92% programmer menggunakan javascript untuk membuat projectnya.

Javascript digunakan oleh para web developer untuk membangun tampilan antarmuka (frontend) dari websitenya, karena javascript bisa berjalan di web browser dari berbagai platform sehingga untuk pengembangannya bisa lebih mudah selain itu javascript juga bisa digunakan untuk membaca inputan tertentu sehingga bisa lebih mudah lagi untuk diimplementasikan dalam berbagai kasus pemrograman.

Kali ini kita akan membahas 5 framework javascript yang akan membuat kamu lebih asyik lagi ngodingnya dan tentunya lebih produktif lagi

1. Angular

Angular merupakan sebuah framework open-source yang dikembangkan oleh tim google untuk membuat sebuah tampilan antarmuka website (frontend). Framework angular seringkali digunakan oleh para web developer untuk membangun sebuah website SPA atau single page application. Dimana website tersebut hanya memiliki satu halaman saja, yang mana semua komponen dalam web akan di load di background di browser sehingga ketika user membuka halaman baru, tidak perlu melakukan page load lagi.

Angular mempunyai 3 fitur adalan yaitu modularitas dimana setiap komponen yang sudah dibuat bisa digunakan kembali. Object oriented programming yang berarti angular dapat dikembangkan dengan prinsip class dan object. Reactive programming, sehingga code bisa berjalan secara asynchronous.

2. React

React adalah salah satu framework javascript yang paling populer, framework ini dikembangkan oleh tim dari facebook dan tentunya open-source. React digunakan oleh beberapa web populer saat ini, diantaranya ada whatsapp, facebook, dan instagram.

React mempunyai beberapa kelebihan yaitu declarative, yang memungkinkan react untuk membuat sebuah user interface yang interaktif, sehingga dalam pengkodeannya react lebih mudah di debug dan lebih mudah diprediksi. Component-based, react memungkinkan untuk membuat encapsuled component yang dapat mengatur setiap tahapannya. Learn once, write everywhere, programmer react dapat membuat fitur tanpa merubah kodenya dan dapat berjalan diberbagai platform, karena react bisa berjalan di nodeJS dan juga dapat berjalan dimobile dengan react native.

3. VueJS

VueJS merupakan sebuah framework javascript yang digunakan untuk membuat sebuah aplikasi SPA atau single page application. Karena VueJS menggunakan arsitektur MVC atau  model-view-controller VueJS hanya mengambil peran pada layer vue saja, atau untuk frontend saja. Tujuan utama penggunaan vueJS adalah agar website yang programmer buat dapat menerima dan mengirim data untuk kepentingan tampilan website. Fitur dari vueJS sangat fokus pada rendering komponen dan komposisi komponen untuk pembuatan user interface dari website.

4. EmberJS

EmberJS adalah fullstack framework javascript yang mulai dikembangkan pada tahun 2011 oleh Yehuda Kutz. Sama halnya seperti VueJs, EmberJS juga menggunakan arsitektur MVC. EmberJS juga sangat populer dikalangan para web developer untuk membuat website SPA atau single page application. Salah satu website populer yang menggunakan EmberJS adalah apple music. Selain framework ini berfokus untuk develop website, ember juga sangat mungkin digunakan untuk membuat sebuah desktop application maupun mobile application.

5. BackboneJS

BackboneJS merupakan sebuah framework javascript yang sangat berbeda dengan keempat framework diatas lainnya, karena framework ini menggunakan arsitektur MVP atau model-view-presenter. Arsitektur MVP memungkinkan sebuah website mempunyai alur yang lebih aman dan terstruktur. Dengan menggunakan backboneJS memungkinkan programmer untuk mempresentasikan model yang bisa dibuat, divalidasi,dihancurkan,dan disimpan ke dalam server. Sehingga untuk setiap aksi pada model dapat mentrigger event “change” dalam fungsi di programnya.

SUMBER 1 SUMBER 2 SUMBER 3 SUMBER 4 SUMBER 5 SUMBER 6 SUMBER 7 SUMBER 8

SUMBER GAMBAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Layanan Kami

Pembuatan Aplikasi Mobile

Pembuatan Aplikasi Web

Pembuatan Website