Mari Berkenalan dengan Technopreneur

sumber gambar : jojonomic.com

Era digitalisasi membuat kita mau tidak mau terbiasa dengan teknologi. Rasanya istilah gaptek alias gagal teknologi sudah terlalu usang dan perlu diganti dengan istilah adaptasi teknologi. Hal ini disebabkan oleh fakta yang menunjukkan bahwa teknologi kini digunakan di berbagai sektor, salah satunya yaitu sektor bisnis. Sehingga muncul istilah-istilah baru yang mulai banyak dibahas yaitu technopreneur. Mungkin saat ini masih menjadi kata yang asing di telinga masyarakat Indonesia. Namun ketahuilah bahwa technopreneur akan membawa banyak perubahan. 

Memangnya technopreneur itu apa ya kira-kira? Bagi kalian yang mungkin belum paham dengan technopreneur, mari simak pembahasan kali ini. Bisa saja setelah paham, kalian tertarik untuk menjadi technopreneur.

Apa itu technopreneur?

Technopreneur merupakan bagian dari entrepreneur. Dimana yang kita ketahui bersama bahwa entrepreneur merupakan kata lain dari wirausahawan. Mengutip dari wikipedia, entrepreneur atau wirausahawan adalah seseorang orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. Sedangkan technopreneur yaitu orang yang menjalankan usaha dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. 

Akhir-akhir ini istilah technopreneur menjadi buah bibir, khususnya dikalangan anak muda. Memanfaatkan teknologi yang ada bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Terutama bagi merek-mereka yang tertarik dengan dunia teknologi. 

Contoh technopreneur

Saat ini tentunya sudah banyak contoh technopreneur, bahkan diantaranya sudah tidak asing lagi alias sudah banyak yang mengenali. Salah satunya yaitu Mark Zuckerberg, pendiri Facebook. Tak hanya itu, ada juga Larry Page dan Sergey Brin sebagai pendiri google. Tentunya selain nama yang sudah disebutkan tadi, masih banyak contoh technopreneur dari berbagai belahan dunia.

Jangan salah, indonesiapun memiliki beberapa technopreneur yang sudah cukup terkenal, yaitu Nadiem Makarim sebagai pendiri gojek yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Selain itu juga ada sosok pendiri tokopeda yaitu William Tanuwijaya. Hebatnya kedua perusahaan tersebut sudah berstatus unicorn

Tenang saja, dalam berbisnis tentunya tidak harus langsung memiliki perusahaan berskala besar ataupun berstatus unicorn. Terutama bagi technopreneur, berbisnis bisa dimulai dari rumah memanfaatkan teknologi yang ada. Hanya perlu ide aplikasi atau website yang dikemas untuk memudahkan aktivitas sehari-hari.

Peluang menjadi technopreneur di Indonesia

Saat ini masyarakat indonesia sudah mulai mengikuti perkembangan teknologi. Hal ini ditandai dengan pengguna smartphone yang semakin merajalela. Oleh karena itu, indonesia memiliki peluang yang cukup tinggi jika dilihat dari sumber daya manusianya yang mulai tertarik dengan teknologi.

Tentunya era digitalisasi ini membawa banyak kemajuan terutama pada bidang teknologi. Adanya technopreneur pada akhirnya bisa berpengaruh baik bagi perekonomian Indonesia.

Teruntuk kamu yang tertarik menjadi technopreneur, tak usah khawatir. Nemolab hadir untuk membantu mewujudkan mimpimu. Kami mengembangkan website premium untuk berbagai macam kebutuhan Anda dalam bersaing di dunia online. Kami juga mengembangkan website Anda dengan tampilan yang menarik dan user friendly, mudah diedit dan digunakan. Ketahui lebih lanjut dengan mengunjungi nemolab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Layanan Kami

Pembuatan Aplikasi Mobile

Pembuatan Aplikasi Web

Pembuatan Website