Strategi Brand Lokal untuk Perekonomian Indonesia

Strategi Brand Lokal untuk Perekonomian Indonesia

(30/10) DI tengah gempuran brand-brand asing di Indonesia, menjaga eksistensi brand lokal memang memerlukan strateginya sendiri. Bertempat di Wedangan Asyik, sebuah talkshow bertajuk “Brand Lokal” digelar. Menggunakan tagline “Brand lokal Indonesia, harus bisa!”, para pegiat bisnis lokal sangat antusias mengikuti serangkaian materi yang dibawakan oleh lima narasumber. Andin Ferdian (SL Corp), Anggit Pandu (Banyumas Kreatif), dan Uung Feri (TDK), Roy Kuntjoro dan Arto Subiantoro (Gambaran Brand) adalah kelima pemateri yang berbagi ilmu dan pengalamannya selama ini berkecimpung dalam brand lokal. Topik yang dibahas antara lain tentang personal branding, permasalahan yang banyak dihadapi oleh UMKM, inovasi dalam berbisnis, social entrepreneur, dan masih banyak lagi. Brand lokal Indonesia terutama di Banyumas sendiri memang memiliki peluang yang menjanjikan apabila terus dikembangkan. Hal ini juga diamini oleh kelima narasumber talkshow. Salah satu hal penting untuk memastikan sebuah brand tetap bertahan  adalah dengan mempertahankan inovasi. Seperti yang juga diutarakan oleh Roy, “Ada pebisnis yang menjalankan bisnis karena memang butuh secara finansial. Ada juga  yang hanya ikut-ikutan (mengikuti trend temporer), namun ada juga (pebisnis) yang berinovasi. Meski yang pertama dan kedua tidak ada salahnya, tetapi semua itu harus mengarah pada (pebisnis) tipe ketiga”. Selain berorientasi pada brand, dalam talkshow ini juga membahas bagaimana social entrepreneurship menjadi salah satu cara memberdayakan masyarakat sekitar. Namun, berkontribusi pada kemajuan perekonomian daerah memang tak luput dari adanya hambatan. Dalam forum ini juga menjadi ajang untuk berbagi tips tentang bagaimana mengembangkan brand tanpa meninggalkan dampak sosial masyarakat.

Sedikit Cerita lainnya