Ada apa dengan WhatsApp akhir-akhir ini?

WhatsApp merupakan salah satu aplikasi messaging yang paling populer saat ini untuk berbagai platform telepon pintar yang ada dipasaran. WhatsApp pertama kali dirilis pada pasar aplikasi pada tahun 2009 di telepon pintar berbasis iOS dan pada 2010 WhatsApp resmi rilis pada platform Android. Pada tahun 2014 WhatsApp dibeli sahamnya salah satu perusahaan sosial media terbesar yaitu Facebook, dan pada saat itu sampai sekarang, WhatsApp adalah milik Facebook.

Lalu apa yang sebenarnya terjadi pada WhatsApp akhir-akhir ini?

Pada beberapa hari terakhir, WhatsApp baru saja memberikan sebuah notifikasi untuk seluruh pengguna aplikasinya. Notifikasi ini berisi sebuah ketentuan dan kebijakan privasi aplikasi baru yang harus disetujui oleh setiap pengguna WhatsApp di berbagai platform telepon pintar. Dikutip dari GadgetNow setidaknya ada tiga poin utama yang yang menjadi sorotan pada update kali ini. Yaitu,  bagaimana WhatsApp memproses suatu data, bagaimana akun bisnis bisa menggunakan layanan hosting Facebook untuk menyimpan dan mengelola chat WhatsApp, dan bagaimana data seseorang akan diintegrasikan dengan produk Facebook lainnya. Berbagai tanggapan pun muncul dari pengguna di berbagai platform. Salah satu tanggapan yang sangat menggemparkan datang dari Elon Musk  yang merupakan CEO Tesla dan SpaceX. Elon Musk membuat cuitan pada akun twitternya mengatakan bahwa dia menggunakan aplikasi Signal. Hal ini secara tidak langsung mengajak para followers nya berpindah ke platform messaging lain yang lebih terjaga privasinya.

Pasalnya ketentuan dan kebijakan privasi baru yang akan digunakan oleh WhatsApp per 8 februari 2021 ini mengharuskan para penggunanya membagikan berbagai datanya ke Facebook. Tentu saja hal ini membuat banyak pengguna WhatsApp mulai was-was akan privasi mereka jika hal ini akan benar benar terjadi.

Namun, apakah anda benar-benar tahu data apa yang sebenarnya akan di bagi dengan Facebook? Berikut merupakan rincian singkatnya.

Adapun beberapa jenis data yang nantinya dikumpulkan oleh WhatsApp. Data yang dikumpulkan tersebut merupakan data perangkat yang digunakan. Antara lain data yang akan dikumpulkan adalah level kapasitas baterai, kekuatan sinyal telepon, versi aplikasi, informasi browser, jaringan mobile, informasi koneksi (termasuk nomor telepon, operator atau ISP), bahasa dan zona waktu, alamat IP, informasi operasi perangkat, dan pengenal (termasuk pengenal unik untuk Facebook Company Products yang terkait dengan perangkat atau akun yang sama).

Sebenarnya pembagian data antara WhatsApp dan Facebook ini sudah terjadi sejak 2016 silam. Namun pada tahun 2016 WhatsApp memberikan opsi untuk penggunanya, pengguna bisa opt-out atau keluar dari program berbagi data tersebut, sayangnya opsi ini hanya muncul satu kali saja pada 2016. Jika pengguna memilih opt-out maka data pengguna tidak akan dibagi lagi dengan Facebook mulai saat itu. Namun sayangnya pada kali ini kelihatannya pengguna WhatsApp tidak ada pilihan lain untuk tidak menyetujui berbagi data dengan Facebook yang ada di update kali ini. Pasalnya seperti yang disebutkan tadi, pembaruan ketentuan dan kebijakan privasi aplikasi ini akan benar-benar diterapkan mulai 8 februari 2021. Jika user tidak menyetujui kebijakan terbaru ini maka akun pengguna akan dihapus dalam jangka waktu 120 hari.

Opsi yang paling mungkin pada saat ini dilakukan untuk menghindari ketentuan dan kebijakan privasi dari WhatsApp  adalah berganti platform messaging. Namun hal ini bukan lah suatu hal yang mudah, mengingat WhatsApp hampir digunakan oleh setiap pengguna telepon pintar pada saat ini dengan total jumlah download 5 miliar untuk platform Android.

Sumber 1, sumber 2, sumber 3, sumber thumbnail.

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Layanan Kami

Pembuatan Aplikasi Mobile

Pembuatan Aplikasi Web

Pembuatan Website