Categories
Informasi Tips Trend

Tiga Tren Digital Marketing 2019 Yang Wajib Diketahui Para Marketer. Apa Saja ?

Digital marketing memang tidak dapat dipisahkan di zaman yang dinamis dan berkembang pesat seperti saat ini. Tahun 2018 sudah banyak bermunculan ide – ide kreatif digital marketing. Di awal tahun ini, Nemolab akan mengulas tiga tren digital marketing 2019 yang wajib diketahui para marketer di tahun ini. Apa saja?

#1 Video Marketing

Tahun 2018, video menjadi salah satu kanal pemasaran favorit para marketer di Indonesia. Berdasarkan data dari Ericsson Mobility Report 2018, video marketing di tahun 2024 diprediksi akan mendominasi 74% dari semua lalu lintas data seluler. Hal tersebut didukung dengan terjadinya peralihan konsumen menyaksikan tayangan video dari televisi ke smartphone mereka.

Di tahun 2019 ini, para marketer dapat memanfaatkan video marketing tidak hanya dari Youtube. Manfaatkanlah fitur live streaming dan stories di Instagram atau Facebook untuk merilis video pemasaran anda. Selain itu, anda sebagai marketer juga dapat lebih memanfaatkan format dan aplikasi media yang sudah tersedia (HD/UHD, Video 360 , AR, VR).

#2 Nano Influencer

92% orang akan lebih memercayai rekomendasi produk dari individu, bahkan dari orang yang tidak mereka kenal (berdasarkan data dari Nielsen). Forbes.com juga menuliskan data dari CreatorIQ, dalam satu tahun terakhir terdapat kurang lebih 5 juta influencer di dunia yang dilibatkan marketer dalam iklannya. Akan tetapi  dengan melihat tren pasar di tahun 2019, perusahaan atau marketer di Indonesia perlu untuk melirik tren nano influencer yang sudah menjadi tren di Amerika.

Seseorang bisa disebut sebagai nano influencer apabila pengikutnya kurang dari 10 ribu. Dengan lebih sedikitnya jumlah pengikut, strategi ini dinilai dapat memunculkan kesan dan pendekatan yang lebih intim dengan pengikut mereka. Sehingga engagement yang dihasilkan juga lebih efektif. Ditambah lagi dengan bayaran mereka yang terjangkau, termasuk menggunakan produk yang diiklankan.

#3 Chatbot

Anda pasti tahu perusahaan besar sperti Domino dan CNN? Kedua perusahaan tersebut telah mengadopsi chatbot dengan baik dan dapat dikatakan berhasil. Aplikasi yang dikembangkan oleh Facebook ini mampu meningkatkan engagement dengan para pelanggannya dan lebih hemat dari segi biaya dan tenaga. Kemampuannya menanggapi pertanyaan dari pelanggan dan dapat diaplikasikan dalam berbagai sektor menjadi terobosan para marketer saat ini.

Businessinsider.com menuliskan, chatbots diprediksikan akan terus membaik di tahun – tahun mendatang. Bahkan jika desain dan layanannya terus dikembangkan, tidak menutup kemungkinan chatbot akan menjadi standar untuk layanan pelanggan di masa depan.

Nah itu tadi tiga digital marketing yang wajib diketahui para marketer di tahun 2019. Sudahkah anda  sebagai marketer mencoba salah satu dari tiga tren digital marketing di atas?

Categories
Informasi Trend

Meneropong Perjalanan Startup di Indonesia Tahun 2019

Dinamika startup selama beberapa tahun terakhir sangat menarik untuk diikuti. Beberapa diantaranya telah menjadi unicorn kebanggaan Indonesia. Tetapi tak sedikit pula yang gagal. Berkaca dari hal tersebut, banyak tantangan dan peluang diprediksi akan muncul di tahun 2019. Dilansir dari laman Techinasia, mari kita simak seperti apa kondisi startup selama setahun ke depan.

P2P lending akan makin ketat diawasi OJK

Startup berbasis financial technology semakin diminati oleh masyarakat. Tetapi tahun 2018 menjadi catatan buruk untuk dunia fintech terutama ranah P2P lending. Terdapat ratusan P2P lending yang tak memiliki izin dari OJK. Mengingat semakin meningkatnya transaksi melalui fintech, tentu hal ini dianggap sebagai potensi yang merugikan masyarakat.

Sebagai bentuk konsolidasi antar pemilik usaha fintech, maka terbentuklah Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Salah satu tujuannya adalah untuk menyuarakan beberapa hal seperti: batasan maksimal penerapan bunga per hari, pembahasan pokok dan regulasi OJK, edukasi masyarakat terkait fintech lending, dll.

Berkembangnya sistem pembayaran digital

Siapa yang belum pernah mencicipi diskon khusus dari platform digital payment seperti Go-Pay, Tcash, atau Ovo? Berbagai promo menarik yang dipublikasikan secara gencar terbukti membuahkan hasil positif. Tahun 2018, sektor retail offline tumbul secara signifikan berkat sokongan sistem pembayaran digital.

Memang harus diakui apabila masyarakat Indonesia secara umum masih bergantung dengan sistem pembayaran tunai. Namun berkat kenyamanan, efisiensi, dan lebih praktis, wajar apabila sistem ini telah diadopsi di banyak kota besar di Indonesia.

Ke depannya, standardisasi kode QR gabungan milik Gerbang Pembayaran Nasional diwacanakan akan merambah sektor e-money. Menarik untuk mencermati bagaimana dampak inklusi aktivitas transaksi sektor-sektor di Indonesia dengan segala kemudahan dari produk keuangan ini di tahun 2019.