Perusahaan Dengan Bahasa Pemrogramannya Sendiri

Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer atau bahasa pemrograman komputer, adalah instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa yang akan diambil dalam berbagai situasi secara persis. Perlu diketahui bahwa ternyata ada beberapa perusahaan yang memiliki bahasa pemrograman sendiri. Adapun penjelasan mengenai  perusahaan-perusahaan tersebut adalah;

  1. Perusahaan Steve Jobs

Yup, Steve Jobs atau biasa yang dikenal sebagai Founder Apple Inc. Steve Jobs wafat pada tahun 2011 dan banyak yang menganggap bahwa Apple selepas kepergian Steve Jobs mengalami kemunduruan dan minim inovasi. Tapi faktanya, Apple tetap berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Pada tahun 2014, Apple menciptakan bahasa pemrogramannya sendiri, namanya Swift. Swift sengaja diciptakan oleh Apple dengan tujuan utama membuat aplikasi yang berjalan di produk Apple seperti iPhone, iPad dan Mac.

Pada saat pengenalannya di Apple WWDC 2014, Apple mengklaim bahwa Swift lebih cepat 3.9 kalinya Python dan lebih cepat dari Objective-C (bahasa pemrograman yang digunakan Apple Developer untuk membuat aplikasi iOS/Mac).

Keunggulan dari Bahasa Swift selain performanya adalah Swift merupakan bahasa yang sederhana, elegan, dan modern. Jika dibandingakan dengan Objective-C kurang lebih sebagai berikut

Bagi para programmer yang sama sekali belum pernah mencoba keduanya, akan sangat terasa lebih mudah memahami dan mempelajari Bahasa Swift daripada Objective-C

Swift sempat menduduki Bahasa Pemrogaman yang paling disukai pada tahun 2015 menurut Survey dari StackOverflow

Situs yang hampir kita semua gunakan setiap hari dan peramban yang telah melekat menjadi kata kerja, Google. Awalnya Google merupakan sistem pencari biasa, namun sekarang sudah berkembang menjadi raksasa Internet yang menyediakan banyak sekali layanan. Saking besarnya Google, Google menciptakan sebuah sistem database sendiri yang bisa menyimpan data-data di internet. Tidak hanya database saja, Google juga berkontribusi besar ke komunitas Open Source, dan hampir di semua lini ada produk yang dikembangkan oleh Google.

OS : Android, Chrome OS
Infra : V8 Javascript Engine, Kubernetes
Backend : Go, Dart
Frontend : Angular, Dart
Mobile : Flutter, Dart
AI : TensorFlow

2. Go

Atau biasa dikenal juga sebagai Golang awalnya dikembangkan oleh tim senior di Google yang sekarang didukung penuh oleh Google. Tujuan bahasa pemrograman Go adalah ingin menggantikan bahasa C++ yang terkenal rumit dengan bahasa pemrograman yang lebih elegan dan modern (seperti Python). Pertama kali dirilis di umum pada tahun 2012, lalu digunakan pada level produksi oleh Google. Sekarang banyak sekali perusahaan-perusahaan lainnya yang menggunakan Go. Sebut saja Uber, Shopify, Twitch, Tokopedia dan Gojek

3. Dart

Pertama kali diungkapkan ke publik pada tahun 2011. Tujuan utama dari bahasa pemrograman Dart adalah Google ingin membuat bahasa pemrogaman yang bisa berjalan di semua platform Backend, Web, Desktop dan Mobile. Namun, saat ini Dart sangat populer digunakan untuk membuat aplikasi mobile dengan menggunakan Framework Flutter. Dart+Flutter menjadi harapan Google dalam pengembangan aplikasi mobile, karena Google pernah bersengketa dengan Oracle atas penggunaan Bahasa Java pada pengambangan aplikasi native Android.

Perkembangan Dart+Flutter tidak hanya di pengambangan aplikasi mobile saja. Dart bisa digunakan untuk membuat aplikasi web, desktop, bahkan backend. Para fans Google menggadang-gadang bahwa Dart akan menggantikan Javascript.

4. Perusahaan Microsoft

Walaupun namanya Micro, namun Microsoft adalah perusahaan raksasa teknologi seperti Google. Microsoft bahkan lebih tua dan lebih senior daripada Google. Microsoft menciptakan bahasa pemrogaman VB, C#, dan Typescript

Visual Basic dibuat oleh Microsoft pada tahun 1998 dengan tujuan khusus untuk membuat aplikasi Desktop Windows/MS-DOS.

Sementara C# agak panjang ceritanya….

Sejarahnya adalah begini. Pada era 1990-an, Microsoft yang dipimpin oleh Bill Gates berusaha keras untuk memonopoli pasar. Jika ada teknologi baru, Microsoft akan mengadaptasinya dan memasukkanya ke Windows lalu mengembangkannya lebih bagus lagi, tetapi membuat tidak bisa berjalan di platform originalnya. Sehingga, pelanggan akan lebih tertarik ke Windows dan terjebak dalam ekosistemnya.

Pada tahun 1995, Sun mengembangkan Bahasa Pemrogaman baru, yaitu Java. Bahasa pemrogaman OOP yang membuat Microsoft tertarik mengadaptasinya di Windows dan mengembangkannya. Microsoft mengembangkan Java di Windows hingga tidak sesuai dengan aturan-aturan yang dibuat oleh Sun, sehingga Sun menuntut Microsoft. Karena konflik ini, akhirnya Microsoft menghentikan pengembangan Java di Windows dan mengambil keputusan untuk membuat “Java” nya sendiri. Lahirlah C#, di tahun 2000. Makanya Java & C# sangat mirip. Di saat yang sama Microsoft juga memperkenalkan Framework .NET. VB yang awalnya hanya untuk aplikasi desktop, kini bisa digunakan untuk membuat web, Microsoft menyebutnya VB .NET. Saat ini C# jauh lebih populer daripada VB. Bahkan C# bisa digunakan untuk membuat Game Multiplatform menggunakan Unity Engine dan juga bisa digunakan untuk membuat aplikasi mobile hybrid menggunakan Xamarin, namun kalah populer dari teknologi lain.

Produk-produk Microsoft, termasuk bahasa pemrogramannya memiliki kekurangan yaitu hanya bisa berjalan di Windows. Microsoft terkenal paling anti dengan yang namanya Open Source. Sehingga developer cenderung tidak suka dengan produk-produk Microsoft. Banyak sekali developer yang memilih Java daripada C# karena Java bisa berjalan di semua platform sementara C# hanya berjalan di Windows.

Namun beberapa tahun belakangan ini, Microsoft merubah pola pikir tersebut dan lebih terbuka dengan Open Source. Pada tahun 2016, Microsoft merilis Framework .NET Core dengan tujuan .NET bisa digunakan di segala platform seperti Java.

Berkembangnya Web yang sangat cepat dan website yang semakin lama semakin kompleks, Google merilis V8 Engine pada tahun 2008 dan mulai mulai munculah Node.js, Javascript kini bisa berjalan dimana saja, tidak cuma di web. Saya lebih suka menyebut era ini sebagai era “Rise of Javascript” alias bangkitnya Javascript. Javascript benar-benar booming dan digunakan dimana saja. Microsoft yang juga menggunakan Javascript menyadari kekurangan utama Javascript, yaitu Javascript tidak statically typed. Javascript adalah bahasa yang buruk di mata Developer C# dan Java. Saya sendiri lebih suka menyebut Javascript adalah bahasa pemrograman yang “chaotically good”. Melihat kekurangan ini, Microsoft akhirnya mengembangkan bahasa pemrogaman baru yang disebut Typescript. Tujuan utama Typescript sendiri adalah bagaimana merapikan Javascript tapi tidak mengubah Javascript itu sendiri. Caranya adalah Typescript ini dicompile, dan outputnya adalah Javascript. Esensinya komputer sebenarnya tidak menjalankan program Typescript, tetapi yang dijalankan adalah outputnya, Javascript. Sehingga Typescript bisa berjalan dimana Javascript berjalan.

Menurut saya pribadi Typescript ini adalah hasil kawin Javascript dengan C#, alias JS# kwkwkwkw. Karena hasil kawin ini, para developer Java dan C# sangat suka dengan Typescript, karena adanya kemiripan. Alhasil, Typescript menduduki bahasa pemrograman yang paling disukai kedua menurut hasil Survey Stackoverflow tahun 2020

Oh iya dan yang terakhir adalah perusahaan yang didirikan oleh Mark Zukcerberg

5. Perusahaan Mark Zuckerberg, CEO dari Facebook

Facebook awalnya merupakan projek ecek-ecek mahasiswa yang kini berubah menjadi Raja Sosial Media. Mark Zuckerberg membuat Facebook pada saat dia berkuliah di Harvard dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP. Kemudian Facebook sangat booming dan sangat berkembang, bahkan lebih berkembang dari PHP itu sendiri yang sempat mengalami stuck di versi PHP 5. Untuk berkembang, Facebook mengalami dilema, harus meninggalkan PHP tetapi sudah terlanjur dalam dan terlalu kompleks untuk dibuat dari 0 lagi. Akhirnya Facebook membuat bahasa pemrograman sendiri yaitu Hack, turunan dari bahasa Pemrogaman PHP. Hack berjalan diatas HHVM Engine yang dikembangkan oleh Facebook juga. Facebook mengklaim bahwa Hack jauh lebih cepat dari PHP biasa. Sayangnya bahasa pemrograman Hack hingga saat ini tidak populer di kalangan developer. Hal ini disebabkan karena untuk menjalankan Hack harus menggunakan HHVM, sementara kalangan developer PHP biasa menggunakan Web Server Apache yang jauh lebih mudah. Hack berangkat dari Bahasa OCaml, yang para developer PHP tidak familiar sama sekali. Lalu pada tahun 2015, versi baru PHP yaitu PHP 7 rilis, performanya jauh lebih cepat daripada versi terdahulu, Sehingga para developer semakin yakin untuk tidak hijrah ke Hack.

Itulah beberapa perusahaan yang memiliki bahasa pemrograman sendiri.

Referensi

Go (programming language) – Wikipedia

Dart (programming language) – Wikipedia

Why did Microsoft create C#? Wasn’t Java good enough in the 1990s?

Stack Overflow Developer Survey 2020

Why isn’t Facebook’s hack language more popular?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Layanan Kami

Pembuatan Aplikasi Mobile

Pembuatan Aplikasi Web

Pembuatan Website